Halaman

Selasa, 17 April 2012

kado untuk samuel

*reblog*
“Mengasihi artinya berbagi kebahagiaan dan berkorban demi kebahagiaan orang yang kita kasihi”
Dewa Klasik Alexander

“Aku menemukan sisi lain dari keindahan dunia ini saat mengenalmu dan ketika aku kehilangan dirimu, engkau menjadi inspirasi bagiku.”
Dewa Klasik Alexander

Aku meneguk sisa es teh tawar yang masih tersisa di gelasku. Ketika aku masih menikmatinya ekor mataku menangkap sosok anak laki-laki yang memperhatikanku. Matanya menatapku. Sebuah tatapan yang menusuk ke dalam hatiku. Tatapan yang penuh iba. Aku meletakkan gelas yang hanya menyisakan es batu yang masih membeku.
“Bu, anak kecil yang duduk di pinggir jalan itu siapa ya?” tanyaku penasaran kepada pemilik warung sambil memandang anak laki-laki tersebut.
“Ow… Duh, kasihan tuh anak, bang!”
“Kasihan kenapa, bu?”
“Sudah seminggu bapanya meninggal gara-gara sakit. Ibunya sih meninggal pas melahirkan dia. Dia ngga punya keluarga lagi. Sekarang sih dia tidur di mana saja karena di usir dari kontrakan.”
“Begitu ya, bu!”
Selesai membayar es teh tawar yang aku pesan. Aku menghampiri anak laki-laki yang hanya mengenakan pakaian kumal tanpa alas kaki. Entah sudah berapa lama dia tidak mengganti pakaiannya.
Semakin aku mendekatinya semakin jelas kelihatan kalau tubuhnya tidak terurus. Dia terus menatapku sampai aku duduk di sampingnya.
“Nama kamu siapa dek?” tanyaku dengan nada bersahabat sambil mengukir sebuah senyuman.
“Aku lapar, kak!” ucapnya sambil memegang perutnya.
Aku mencoba mengingat uang yang masih tersisa di saku dan dompetku. Hanya ada selembar sepuluh ribuan dan dua koin lima ratus.
“Nanti kakak belikan kamu makanan. Tapi nama kamu siapa?” Sekali lagi aku menanyakan namanya.
“Benar kak? Serius? Kakak ngga bohongkan?”
“Iya. Ngapain bohong? Tapi nama kamu siapa?”
Aku melihat senyuman manisnya yang memancarkan barisan giginya yang tersusun rapi tapi berwarna kuning karena tidak pernah disikat.
“Namaku Samuel Lie. Dipanggilnya Samuel. Kalau kakak?”
“Dewantara, panggil saja kak Tara!”
Dia mengulurkan tangannya lalu kusambut. Sebuah jabatan salam perkenalan yang hangat. Terasa kalau tangannya penuh dengan debu ketika tanganku bersentuhan dengan tangan munggilnya. Kukunya yang panjang menyembunyikan daki berwarna hitam di setiap kuku jarinya.
“Yuk, kita makan.”
“Di mana kak?”
“Tuh ada warteg!” ucapku sambil menunjuk sebuah warteg.
Dengan langkah semangat Samuel memegang tanganku dan menuntunku ke warteg tersebut. Wajah murungnya berubah menjadi ceria.
Aku hanya memandangnya dengan mata yang hampir copot. Lahap sekali anak ini makan. Kurang dari lima menit, makanan yang aku pesan sudah tidak tersisa lagi. Sampai menjilat jarinya segala.
“Terima kasih ya, kak!” ucapnya dengan malu-malu.
“Sama-sama,” balasku terharu meski aku tahu jatah makan malamku sudah tidak ada lagi.
*****

Aku manatap Samuel yang tidur terlelap yang hanya beralaskan koran dan tumpukan baju di kosku yang hanya berukuran 2×1,5 meter. Masih terngiang pembicaraan antara aku dengan Samuel sebelum dia terlelap.
“Aku panggil kakak dengan sebutan Ko Dewa ya?”
Aku menatapnya dengan keheranan di antara terang yang dipancarkan lilin kecil. Anehkan? Kos yang aku tinggali hanya seratus ribu sebulan. Tanpa listrik dan tanpa kamar mandi. Jadi kalau mau mandi harus ke WC umum. Itu pun harus bayar. Suara kereta api yang lewat persis di depan kosku sudah menjadi musik tersendiri bagiku. Kata orang ada harga, ada mutu. Seperti itulah gambaran kos di pinggiran rel kereta api.
“Dulu aku punya koko.”
“Trus koko kamu di mana sekarang?”
Hening. Sunyi. Bisu.
“Koko… Koko meninggal karena sakit sama seperti papa. Namanya Ko Daniel.”
Kembali kesunyian mencekam.
“Ngga apa-apakan kalau aku manggil kakak dengan panggilan Ko Dewa?”
Aku berusaha untuk tersenyum, “panggil saja Ko Tara, ya?”
“Oklah kalau begitu.”
Aku tertawa dengan tingkah lakunya yang masih polos.
Karena lelah Samuel langsung tidur terlelap. Sementara aku berusaha menutup mataku diantara suara perutku yang berbunyi karena kelaparan.

*****

“Koko pengen punya toko sendiri,” celotehku ketika mengajaknya ke tempatku bekerja. “Ngga perlu besar, yang penting milik sendiri.”
“Kenapa ngga jadi koki saja?”
“Koki?”
“Iya. Bisa makan sepuasnya. Kita makan ya ko?”
“Kamu lapar?”
“Lapar setengah mati.”
“Tapi uang koko tinggal seribu rupiah. Cuma bisa beli gorengan.”
Samuel hanya menatapku.
“Kamu disini ya, koko beliin kamu gorengan dulu.”
“Iya ko.”
Aku berlari untuk membeli dua potong pisang goreng. Begitu kembali, mata Samuel berbinar-binar ketika menerima dua potong pisang goreng.
“Ini untuk aku dan ini untuk koko,” ucapnya sambil menyerahkan sepotong pisang goreng.
“Untuk kamu saja ya!”
“Ngga mau! Koko kan belum makan apa-apa dari semalam?”
Dengan berat hati aku memakannya juga.
Setelah itu aku langsung melakukan tugasku ketika tiba di toko. Membuka toko, lalu membersihkannya, melayani pembeli dan kemudian menutupnya. Gajinya sih cukup untuk bayar kos, makan, kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi. Tapi beruntung Ko Willy, si empunya toko berbaik hati mengizinkan aku memakai komputernya untuk jualan online. Aku menjual tas yang ada di toko Ko Willy di blogku yang kuberi kamarsolusi.com. Keuntungannya memang sedikit. Tapi aku percaya, setia dalam hal yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi.
“Nanti kalau ada yang beli tas sama koko, nanti koko traktir kamu di KFC.”
“Wow! Samuel doain semoga laku. AMIN”
Aku hanya tersenyum. Apa lagi melihat tubuhnya sudah bersih. Meski baju yang dikenakannya kebesaran.

Aku belum bisa membelikan Samuel baju sehinga mau ngga mau dia harus memakai pakaianku.

*****
“Kamu sikat gigi pakai garam ya?”
Samuel menatapku dengan kebingungan.
“Odolnya habis. Koko belum bisa beli.”
“Ow.”
“Begini caranya…” ucapku lalu mengambil garam dengan telunjuk tanganku dan menggosokkannya ke gigiku.
“Asin ko!”
Aku tersenyum meski hatiku perih.
“Yah iyalah masa manis.”

*****

“Badanmu panas,” keluhku bingung ketika tanpa sengaja menyentuh tubuhnya. “Kamu sakit ya?”

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut munggil Samuel yang merah. Dahinya berkerut dan bibirnya mendesah menahan sakit.
Sementara di luar kos, gerimis mulai turun.
Tubuh Samuel kedinginan. Tidak ada jaket atau selimut. Aku berusaha menghangatkan tubuhnya dengan menempelkan beberapa baju ke seluruh tubuhnya.
“Kita ke dokter ya?” usulku, meski aku sendiri tidak yakin mendapat pertolongan tanpa uang yang cukup. Orang miskin dilarang sakit! Kalau berobat harus pinjam sana-sini buat biaya berobat. Setelah sembuh kerja keras lagi buat bayar hutang.
Aku semakin bingung ketika Samuel tidak menjawab. Dia hanya mengerang dengan mata tertutup rapat.

Aku menggendong tubuh Samuel dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Entah kenapa aku takut kehilangan Samuel. Meski baru dua minggu mengenalnya. Rasanya seperti terjalin ikatan batin yang kuat diantara kami.

Sehari tanpa ocehan Samuel rasanya ada yang aneh. Pertanyaan-pertanyaan sering terlontar dari mulutnya hingga kadang aku kewalahan menjawabnya.
“Woi, mau ke mana loe?” sergah satpam rumah sakit ketika melihatku. “Enak saja main masuk!”
“Adik saya sakit, pak?”
Satpam tersebut memandangku dan Samuel berkali-kali. Mungkin dia bingung, aku yang pribumi memiliki adik yang keturunan Tionghoa.
“Bawa saja ke rumah sakit lain. Di sini bayarnya mahal. Ngga terima pasien kayak begini!”
Ya Tuhan? Apa rumah sakit ini hanya menerima pasien yang menaiki mobil mewah yang bisa di rawat di sini? Sementara orang miskin sepertiku tidak diterima?
Ketika satpam tersebut mengarahkan mobil mewah untuk mendapatkan parkir aku langsung menerobos masuk. Aku tetap nekat untuk masuk. Apa pun akan aku lakukan untuk Samuel. Satpam tersebut hanya pasrah dengan sikapku. Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang melihatku basah kuyup tanpa alas kaki. Sandal nyang kupakai tadi putus. Mungkin sudah waktunya untuk diganti.
Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang memandangku. Dinginnya AC menusuk hingga tulang sum-sumku.

*****

Empat hari kemudian.
“Hemofilia?” tanyaku kaget.
“Penyakit gangguan pembekuan darah dan diturunkan oleh melalui kromosn X,” ucap dokter muda yang cantik perawakannya memberiku penjelasan.
Aku menggagumi kecantikannya.
“Tapi selama ini tidak ada keanehan yang saya temui, seperti pendarahan yang terus menerus atau terjadi benturan pada tubuhnya yang mengakibatkan kebiru-biruan. Kalau boleh tahu, Samuel mengidap hemofilia A atau Hemofilia B, dok?”
“Begitu ya? Hemofilia B.”
Aku terdiam.
“Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan menyatakan kalau dia juga positif HIV.”
Aku berdiri seperti patung. Samuel yang masih berumur enam tahun mengidap HIV? Ayah atau ibunyakah yang menularkan? Atau karena dia pernah menjalani transfusi darah dan ternyata Human Immunodeficiency Virus lolos dalam transfusi darah yang dijalanninya.
Kini aku tahu, kenapa tidak ada satu pun keluarganya yang mau menampungnya yang sebatang kara. Mungkin ayahnya meninggal karena HIV juga. Entahlah.
Aku menatap wajah pucat Samuel yang terbaring lemah dengan infus yang terpasang ditubuhnya. Selama Samuel di rawat tidak ada satu pun kata keluh kesah yang keluar dari mulutnya.

Masih jelas tergambar di memoriku pembicaraan kami berdua ketika mengajaknya makan di KFC di salah satu mal di bilangan Jakarta Barat.
“Samuel pengen kado natal!” Ungkap Samuel tiba-tiba begitu melihat nuansa natal yang menghiasi setiap penjuru mal.
“Mau kado apa?”
“Cuma pengen boneka Tazmania.”
“Nanti koko belikan kalau koko sudah punya duit. Beberapa harri ini belum ada tas yang laku. Nanti koko belikan boneka Tazmania yang gede.”
“Yang kecil juga ngga apa-apa kok.”
“Tapi jangan lupa berdoa ya.”
“So, pasti!”
Malamnya sebelum beranjak tidur, kembali dia mengutarakan keinginannya.
“Koko pasti belikan buat kamu. Berharap sebelum natal banyak tas yang laku.”
“Amin!” teriaknya memecah kesunyian malam.
Hatiku miris, seharian aku dan Samuel hanya minum air kran. Tidak ada duit yang tersisa.
“Maafkan koko, Samuel,” bisikku dalam hati sambil mengusap kepalanya.
Menit berikutnya.
Dia mengajakku berdoa. Biasanya aku yang mengajaknya.
“Tuhan… Berkati Ko Tara ya. Berkati pekerjaannya dan usaha on…”
“Online.” timpalku yang mengetahuinya kesulitan menyebut kata tersebut.
“Usaha onlinenya. Berkati juga bloknya.”
Aku tersenyum ketika dia menyebut kata blog dengak pemakaian huruf K dibelakangnya.
“Nama blognya apa ko?”
“Kamarsolusi dot com,” ucapku dengan perlahan-lahan.”
“Berkati kamarsolusi dot kom ya Tuhan. Biar banyak orang yang diberkati.”
Aku terharu. Aku meneteskan air mataku.

*****
“Ko, aku mau pulang saja!”
“Kenapa sayang? Di sinikan enak? Ngga kayak di kos koko.”
“Tapi aku kasihan koko harus berhutang untuk bayar semuanya.”
Diam. Sesak.
“Kamu jangan pikirkan itu ya, sayang. Tuhan pasti cukupkan semuanya.”
Tidak ada pilihan selain meminjam uang dengan Ko Willy dengan jaminan gajiku di potong setengah dari seharusnya aku terima setiap bulan.
Sebatang kara seperti ini tidak bisa berharap pertolongan kepada keluarga. Ah, betapa indahnya kalau masih memiliki keluarga. Teman? Ini Jakarta. Uang ngga jatuh dari pohon kayak daun kering. Siapa yang mau memberikan pinjaman kepadaku tanpa jaminan apa-apa yang bisa disita kalau tidak mampu melunasi hutang yang ada? Memberikan pinjaman ke keluarga sendiri saja masih pakai hitung-hitungan. Kalau mau nyumbang harus di ekspos. Berharap kepada manusia memang sering mengecewakan.
“Kamu harus di rawat di sini supaya cepat sembuh.”
“Ko…. Maafkan aku.”
“Kenapa harus minta maaf?”
“Aku sudah merepotkan koko.”
Aku menggenggam tangannya. “Kamu tidak merepotkan kok. Percayalah! Koko malah senang bisa berkorban buat kamu.”

******

Segala macam usaha telah di coba oleh tim dokter yang menangani Samuel. Sudah dua minggu terakhir ini berbagai obat pun silih berganti dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Setiap hari berjam-jam aku menemaninya setelah pulang dari jaga toko. Mengobrol, bergurau atau kadang-kadang berdongeng untuknya.
“Ko, apa artinya meninggal dunia?”
Pertanyaan yang menghentakkan diriku yang lelah dan lapar. HIV sudah memorak-porandakan seluruh sistem pertahanan tubuh Samuel. Infeksi yang tidak terlalu berat pun dapat menimbulkan penyakit yang fatal.

“Artinya, kamu akan suatu tempat yang jauh. Tempat di mana kamu berasal.”
“Perginya sendirian?” tanyanya lemah.
Mataku berkaca-kaca. Namun aku mencoba untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh.

“Sendirian. Tapi kamu jangan takut.”
“Kalau aku meninggal dunia, siapa yang akan menemani koko?”
Akhirnya air mataku juga jatuh. Diantara penderitaannya dia masih memikirkanku.

“Aku tahu, koko sering ngga makan biar aku kenyang. Koko sering jalan kaki pulang pergi ke toko biar bisa belikan aku sesuatu setiap hari. Nanti di sana, siapa yang motongin kuku Samuel?” ucapnya sambil meneteskan air matanya.
Aku memeluknya.
“Kamu ngga usah mikirin koko ya, sayang!  Tuhan pasti menjaga koko.”
“Nanti kalau aku sudah besar dan punya uang yang banyak. Aku mau belikan koko sebuah toko. Biar koko ngga usah kerja lagi. Trus belikan koko rumah dan mobil, biar kalau hujan bisa tetap tidur enak dan tidak perlu lagi jalan kaki.”
Mulutku tertutup rapat. Bungkam. Tak ada kata yang bisa melewati kerongkonganku. Di tengah rasa sakitnya, dia masih menyimpan sebuah impian. Bukan keluh kesah karena sakit yang di deranya.

******

Aku membawa sebuah boneka Tazmania kecil untuk Samuel. Samuel yang terbaring lemah memaksakan senyumannya.
“Ko…”
“Kenapa sayang?”
“Besok aku tidak bisa ikut koko natalan di gereja.”
“Ngga apa-apa.”
“Kamu suka ngga bonekanya?”
“Terima… kasih… ya, ko! Bonekanya bagus banget.”
“Maafkan koko ya. Koko ngga bisa belikan kamu boneka yang gede.”
“Ko, aku mau… kasih koko… kado.”
Aku tercengang!
“Aku cuma… bisa kasih lagu buat koko…”
Aku mendekatkan kupingku di wajah Samuel. Suaranya semakin pelan.
“Ku yakin saat Kau berfirman
Ku menang saat Kau bertindak

Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu

Ku aman karna Kau menjaga
Ku kuat karna Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya”

Air mataku terus jatuh ketika dengan susah payah dia menyelesaikan lagu tersebut. Meski sudah tidak ada lagi harapan Samuel tetap percaya mujizat itu ada.
“Selamat natal ya ko,” ucapnya dengan sangat pelan.
“Selamat natal juga sayang.”
“Ko…”
“Iya, sayang!”
“Koko bisa nyanyikan aku lagi malam kudus? Tapi pake bahasa inggris.”
Tanpa berpikir panjang aku memenuhi permintaan Samuel.

Silent night, holy night

All is calm and all is bright

Round yon virgin mother and child

Holy infant so tender and mild

Sleep in heavenly peace

Sleep in heavenly peace
Silent night, holy night

Shepherds quake at the sight

Glories stream from Heaven afar

Heavenly hosts sing halleluia

Christ the savior is born

Christ our savior is born
Silent night, holy night

Son of God
Love’s pure light

Radiant beams from thy holy face

With the dawn of redeeming grace

Jesus Lord at thy birth

Jesus Lord at thy birth
Halleluia!

Halleluia!

Halleluia!
Christ the savior is born
Tangan kanan Samuel mendekap boneka Tazmanianya sementara tangan kirinya menggengam tanganku.

Genggamannya makin lama makin lembut hingga tak ada lagi nadinya yang berdetak.

“Surga menantimu, pahlawan kecilku,” bisikku dikupingnya yang dingin.

*****
TAMAT
( NANTIKAN NOVELnya yang akan segera diterbitkan. AMIN)

Cerpen ini saya dedikasikan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS), percayalah kalian adalah makluk tuhan yang paling bahagia dan berharga di mata Tuhan dengan keadaan apapun.

“Jauhi virusnya bukan orangnya.”r

Selasa, 10 April 2012

mau ngeblog apa ?

gatau nih mau ngomong apaa... hm apa yaa apa yaa apa yaa

 

oiya gue belum mandi wkwkwe buat apa mandi ? kan gapunya pacar wohooooo

 

tadi gue nangis karna ikut muhasabah anak kelas 3. gue pembawa acara, jadi ya gue ikut aja, dan mata gue semakin ilang deh, sekian terimakasur

Minggu, 08 April 2012

masih uang orangtua mu... jgn terlalu dibanggakan

Hello everebadeh kenapa judul postingan gue kaya gitu? Hm... Karna gue dapat siraman rohani secara tiba2 yang entah darimana, hum, mungkin gara2 liat cowo2 ganteng di ultah suci tadi malam ya wkwkw that's was a great party!! Ganteng2 banget auuuum~ sempat nyanyi jg, oke next..

Semalem ultah suci, dan gue melihat banyak bgt abege abege labil dan galau dan gaul disana.. Dan tentunya dengan bungkusan luar yang modis banjets. Oke, dan barusan gue tiba2 berfikir tentang anak2 muda sekarang yang sering membanggakan apa yang diberikan orang tuanya terhadapnya..

Okey, in the fact, mungkin mama papa jg memberikan gadget dan fasilitas buat gue. Tapi itu samasekali bukan hal yang bisa dibanggakan. Semua itu cuma penghasilan ortu, bukan kita :) why I said like this? Because ngeliat "mungkin" tapi jgn ada yg tersinggung ya kalau ngebaca ini hehe :|. Mungkin ada ya anak2 abege gitu yang punya gadget semuanya keluaran bermerk dan terkenal, terus jadi idam2an semua anak muda, dan mereka bangga, kemudian mereka membangga2kannya, jijik ga? Ilfeel gak? Atau merasa kasihan? Oke, maybe kita boleh pengen juga dapat yang seperti itu, tapi....... Coba deh, kita dapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan hasil jerih kita sendiri, bukan hanya dengan ngancam "mama, beliin itu, kalau ngga aku kawin sekarang" omaigod :'|

Pernah gak berfikir, berapa biaya yang orgtua berikan buat kita selama ini? Mulai dari kebutuhan wajib sampai sunah.. Buanyaaak banget tau agak :'| oke, ini contoh pengeluaran yang harus mamapapa keluarkan buat gue..

Uang sekolah : 350.000
Uang les. : 300.000
Uang bensin. : 300.000
Uang laundry : 150.000
Total : 1.100.000

Mama biasanya ngirim uang 1.500.000 - 3.000.000 perbulan, tapi kadang jg pernah dikirimin 200.000 doang.

Nah, anggap aja sekarang buat uang sekolah dan les doang itu udah 650.000 perbulan, dikali 24 bulan (kelas 1 - kelas 2 ) udah 15.600.000 ditambah kelas 3 yang mungkin butuh biaya yg lebih gede sekitar 10 jt. Udah 25.600.000 :'| itu banyak loh yaampun
Kita seharusnya boleh bangga dengan apa yang kita punya kalau itu hasil kita sendiri, oke.. Mungkin sewajarnya kita harus mensyukuri jg pemberian org tua.

Kalau kita minta gadget ini itu. Coba bayangin deh..
Iphone : 8.000.000
Imac : 20.000.000
Ipad : 9.000.000
Bb : 2.000.000 - 6.000.000
Mobil : puluhan jutaa - milyaran

Nah, nambah beban orang tua gak sih tu? Banget kan? Nah, mungkin kita emang gak bisa kerja karna masih sekolah, tapi kita bisa nabung kan?

Nih pengalaman gue, pas kelas 1 dulu gara2 hp gue udah rusak total dan gue gak berani minta sama papa, musti tahan 3 bln gak ber hp, tapi ujung2nya kebeli bb loh pake uang sendiri :') walaupun sedikit nikung wkwkwk

Gue jg pernah minta modal buat usaha sama mamapapa, ntar gue ganti duitnya kalau udah balik modal. Eeeeh papa malah nangis wkwkwkke


Okey, skrg intinya, hargai aja yg kita punya, jgn terlalu menyusahkan orang tua, dan jangan terlalu membanggakan yg lo punya kalau itu masih uang orangtua. Dan satu unek2 yang pengen gue sampein sebenernya adalah : " oke,dear anu, jangan kamseupay deh ya dengan membanggakan semua gadget dan barang bermerk lo, itu masih pitih gaek ma :')"

Terimakasih dan sampai jumpa

tuspts

Prediksi awal emang tepat pat.. Oke, lebih baik emang berakhir daripada menyakiti lebih dalam...

Kayanya gue cocok jadi guru sejarah
Tanya kenapa? Karna susah move on
Huftttt sudahlah~


Oke, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,

Jumat, 06 April 2012

FUNNIEST EXAM ANSWER



"Ini bikin pusing!!!!" Keren gambarnya bagus banget. Calonn komikus ni! Sempet2nya ngegambar sebagus itu pas ulangan.




Soal fisika. Kenaap si boss memecatnya"
Jawab: Karena dia 'tidur' dengan istri boss




Berapa lama yang diperlukan kereta tresebut untuk mencapai tujuan?
Jawab: Tidak akan. Karena pemberangkatan kereta dibatalkan.



Ras orang Melayu berasal dari negara mana?
Jawab: Malaria (Harusnya Malaysia) ;p




Soal kimia, jelaskan kenapa molekul air itu polar, dan gambar diagramnya! (ane udha lupa, gan ;p)
Jawab: Karena di Antartika, ada banyak air dan di sana polar bear dapat ditemukan.
Tapi di ngegambar molekul airnya bener. ;p




Apakah persamaan antara Mahatma Gandhi dan Genghis Khan?
Jawab: namanya sama-sama aneh



Gambar di bawah ini mengilustrasikan:...
(Itu gambar teori evolusi Darwin, jerapah yang pendek gak bisa bertahan hidup)
Tapi dia malah bikin option sendiri E.Jerapah adalah hewan yang tidak punya rasa belas kasihan. (emang digambar seolah2 kedua jerapah tetep aja asyik makan, ngebiarin si jerapah yang di tengah mati sampai jadi tulang) ;p,




Ini menysun kalimat bahasa Inggris, harusnya : My Dad is someone who can play the guitar well.
Malah dijawab: My dad is the guitar who can play someone (Jadi, ayahnya gitar to? ;P)




Berapakah energi yang dibutuhkan olehmu untuk mendorong balok kayu tersebut?
Jawab: Ngapain susah-susah, kan udah ada traktor yang akan ngebantu mendorongkan. (Dia emang ngegambar traktor tuh!)




Siapakah Adolf Hitler?
Jawab: malah ngegambar wajah si Hitler -___-"




Wah, ini bener2 gak niat ulangan. Malah ngehitamin option sehingga membentuk kata 'FUCK THIS' . Sampai gurunya ngasi komentar: 'Sean, see me please!' - 'Sean, tolong menghadap saya!'




'Bu guru, aku nggak bisa liat soalnya, ada beruang yang menghalangi'
Tuh, dia beneran gambar beruang nutupin soalnya. ;p




Itu soal tentang gambar organ kelamin perempuan malah digambar jadi kepala macan ;p




Di manakah Deklarasi Kemerdekaan Amerika ditandatangani? (Maksudnya tempatnya di mana). Dijawab: at the bottom (di paling bawah). Logis, emang tanda tangan kan adanya di bagian paling bawah. ;p




Ini goblok banget. Perintahnya Read and Complete (Baca soalnya dan lengkapi jawabannya). Dia malah jawab semua soal pake 'Read' dan 'Complete' ;p




di Matematika, tanda kayak angka 8 yang miring kan artinya 'tak terhingga' ya
Jawabannya soalnya harusnya juga sama, bukan angka 5 dimiringin ;p


 

Jadi hasilnya akar doang ya? ;p




Wah, ini sengaja apa nggak ya? Kalo diliat dari soalnya, ini soal anak TK. masak udah tau kata Fuck? ;p




Disuruh gambar grafik matematika, malah sempet-sempetnya mendisain gambar tetris. Dibilang, Tetris itu fun, matematika gak fun. Setuju!!!




Ha ha, n-nya dicoret, biar 6 ya jawabannya de??? ;p
 


disuruh gambar gunting, jadinya malah mirip 'burung' ;p






Soal: Expand! (Jabarkan!)
Expand di Matematika berarti menguraikan bentuk aljabar gitu lah. Tapi secara umum, expand berarti membesarkan. Si anak malah besarin jarak antar a dan b nya!!! Perintah soalnya ambigu sih ;p Gurunya kasi komentar: 'Very funny Peter'

5



When I grow up, i want to be like mommy - Saat dewasa nanti, aku ingin seperti mama
Intinya, di gambar, si ibu kaya lagi nari striptis di tiang (pole), padahal benernya itu gambar ibunya lagi megang sekop. Yang kayak tiang striptis tuh maksudnya gagang sekop, terus yang kayak alas buat nari striptis tuh maksudnya sekopnya (Tapi emang gak mirip sekop ya, harusnya ujungnya agak lancip ;p). Ibunya jualan alat pertanian gitu. Terus ibunya klarifikasi, kirim surat ke ibu guru, ngejelasin kalo dia bukan striper!!!




Sebutkan 6 jenis hewan yang dapat ditemukan di Kutub Utara
Jawab: 2 beruang kutub dan 4 anjing laut. Cerdas!!!




Jelaskan 1 dari 3 cara pembentukan awan. Buat dalam bentuk diagram. Malah ngegambar Tuhan. Cerdas, Tuhan memang yang menciptakan awan. ;p




Soal: Apakah frekuensi suara tertinggi yang dapat dilakukan oleh manusia? Soal fisika nih.
Jawab: Mariah Carey, kan emang dia terkenal dengan suaranya yang tinggi banget ;p




Buatlah kalimat perintah kepada kakak perempuanmu untuk melakukan hal-hal di bawah ini. (ada 7 hal)
Jawab: Aku kan gak punya kakak perempuan!
Gurunya tega banget kasi nilai -7 ;p  



Soal: anak laki-laki ini...
a. sedih
b. senang.
Harusnya jawabannya a. sedih.
Tapi liat deh, di gambarnya emang anak laki-lakinya jelek sih. si anak bikin option sendiri, c. jelek. Gurunya kasi komentar, 'Enough is enough, Judy! - Sudah, cukup, Judy!!!'


2



Pertanyaan (b) apakah objek tersebut akan terus bergerak meluncur?
Dijawab: Nggak, karena ada gajah yang menghalangi. Bener banget, emang ada gajah di situ ;p

3



Soal: Sebutkan 5 cara tumbuhan berinteraksi satu sama lain!
Jawab: They don't - Tumbuhan tidak berinteraksi! Emang logis, tumbuhan kan kayaknya gak pernah gerak and interaksi satu sama lain ya. ;p

4



Soal: Cara mengubah satuan centimeter menjadi meter? Jawab: take out centi - ilangin aja centi-nya. Logis! ;p

5



Artinya: 'Walrus ini kehilangan tempat tinggal gara2 global warming, jadi dia sekarang tinggal di buku matematikaku. Maaf jika ada ketidaknyamanan gara2 kelakuan si walrus ini'
Ha ha, ini pasti anak yang gak pede sama jawabannya, jadi ditutupin gambar walrus ;p

6



Liat ada gambar orang gantung diri gan di gambar akar paling bawah!!! Setuhu. Kalkulus emang bikin muntah ;p

7



Find x, bisa berarti cari x atau tentukan nilai x, terus dijawab: ini x-nya (ditunjuk pakai anak panah) Cerdas! Kan emang disuruh cari x! ;p

8



Soal: berapa jarak yang ditempuh setelah 3 jam dengan kecepatan segitu? Jawab: Liat speedometernya, bodoh!!!.
Emang bener logikanya, kan tinggal liat speedometer, gak usah ngitung!!!

9



Sudah diciptakan Tuhan kayak gitu...
ha ha ane benci banget pelajaran kimia ;p


10



emang bentuknya kayak pacman ;p
 
Reblog : mutiahanism

nevermind....

*adele someone like you...

Hallo guys, pernah gak lo berada disuatu posisi complicated dan bahkan sangat sulit buat lo cerna atau lo terima.. Yes, its about (lagi-lagi) love
Lo pernah punya kisah sedih yang gak bakal lo lupain? Lo pernah ngerasain rasa suka yang bener2 mendalam? Dan apakah lo pernah pacaran sama seseorang, tapi lo gak merasakan perasaan sedalam saat sama mantan lo ?

Yes, statement terakhir yg lagi gue hadepin..

"He taked my heart so hurt... Made me lose and I needed 1/2 time of my high school just for moved on... And then when I felt I can remove everything, I can forgot well, I just don't know "why I can't love someone like I love him" cuma benci itu doang, kenapa gabisa rasain rasa yg sama ke org lain seperti yg pernah dirasain ke dia"
-bbm dari gue ke ica

Nih, rasanya ini blog cuma berisi kisah sedih galau labil doang, tapi ya mau gimana, umur gue skrg emang berada di usia tahap pendewasaan.

Lo yg lagi baca ni blog, pernah gak memutuskan pacaran buat seseorang yang lo sendiri gatau perasaan lo sama dia bener2 udah mantap atau lo nerima dia hanya sekedar "lonely" doang?

""Dear heart, please fall in love just when you're ready, not when you're lonely"
Oke, mungkin saat itu gue lonely..
Dan hasilnya, pas pacaran....
Gue boong
Gue cuek
Gue marah2 gak jelas aja

Maaf
Dan sekarang, gue bilang gak syg ke dia, gue minta break dan dia pun terima maafin akuuuuu ya

Kenapa????
Cuma gara2 liat stat ex yang udah busy dan mungkin uda end sama cewenya gue jadi pengen berharap lagi?
Lama2 gue tonjok jg nih hati.....
TIDAAAAK!!!! Sangat TIDAAAAKKK!!! Gue nggak berharap lagii udah cukup 1/2 dari masa sma gue habiiiissss cuma buat ngarepin suatu hal 'sia2'..
Dan sekarang ada seseorang yang sayang sama gue, dan dia ganteng, dia pacar gue yang barusan gue hampir putusin :'' I just need some time for my self

For my boy.
" I'd been trying, and I'll try more and more, just stay and keep your feeling"